CACING TANAH, MENGGELIKAN TAPI MEMILIKI PELUANG USAHA YANG MENGUNTUNGKAN


Sebagian besar orang terutama kaum perempuan hampir kurang menyukai jenis binatang yang satu ini, yakni cacing tanah. Namun dibalik tubuh yang lunak tersebut terkandung sejumlah manfaat yang menguntungkan bagi manusia. Bahkan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan dibudidayakan lebih lanjut. Ingin tahu lebih lanjut mengenai manfaat apa saja yang dikandung dari cacing tanah sehingga memiliki potensi untuk dijadikan sebuah peluang usaha yang menjanjikan. Sebagai tambahan informasi dan bahan referensi, berikut ini beberapa bahasan mengenai Cacing tanah.

PEMANFAATAN CACING TANAH

Pemanfaatan terbesar dari cacing tanah adalah dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman. Seiring dengan perkembangan teknologi serta berbagai penelitian yang dilakukan, ternyata cacing tanah juga memberikan manfaat dari segi lain yakni :

  • Sebagai Bahan Pakan Ternak
  • Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.
  • Sebagai Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
  • Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.
  • Digunakan Untuk Bahan Baku Kosmetik
  • Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.
  • Sebagai salah satu sumber Makanan Manusia
  • Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.



MENGENAL CACING TANAH


Bagi masyarakat pedesaan bukanlah hewan yang asing bagi masyarakat kita, terutama. Namun hewan ini mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia. Cacing tanah termasuk hewan tingkat rendah karena tidak mempunyai tulang belakang (invertebrata). Cacing tanah termasuk kelas Oligochaeta. Famili terpenting dari kelas ini Megascilicidae dan Lumbricidae.

JENIS-JENIS CACING TANAH

Jenis jenis yang paling banyak dikembangkan oleh manusia berasal dari famili Megascolicidae dan Lumbricidae dengan genus Lumbricus, Eiseinia, Pheretima, Perionyx, Diplocardi dan Lidrillus.

Beberapa jenis cacing tanah yang kini banyak diternakan antara lain: Pheretima, Periony dan Lumbricus. Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan.
- . Cacing tanah jenis Lumbricus mempunyai bentuk tubuh pipih. Jumlah segmen yang dimiliki sekitar 90-195 dan klitelum yang terletak pada segmen 27-32. Biasanya jenis ini kalah bersaing dengan jenis yang lain sehingga tubuhnya lebih kecil. Tetapi bila diternakkan besar tubuhnya bisa menyamai atau melebihi jenis lain.
- . Cacing tanah jenis Pheretima segmennya mencapai 95-150 segmen. Klitelumnya terletak pada segmen 14-16. Tubuhnya berbentuk gilik panjang dan silindris berwarna merah keunguan. Cacing tanah yang termasuk jenis Pheretima antara lain cacing merah, cacing koot dan cacing kalung.
- . Cacing tanah jenis Perionyx berbentuk gilik berwarna ungu tua sampai merah kecokelatan dengan jumlah segmen 75-165 dan klitelumnya terletak pada segmen 13 dan 17. Cacing ini biasanya agak manja sehingga dalam pemeliharaannya diperlukan perhatian yang lebih serius.

Cacing jenis Lumbricus Rubellus memiliki keunggulan lebih dibanding kedua jenis yang lain di atas, karena produktivitasnya tinggi (penambahan berat badan, produksi telur/anakan dan produksi bekas cacing “kascing”) serta tidak banyak bergerak.

Bagaimana sudah bertambah wawasan Anda mengenai hewan bernama cacing tanah, ternyata hewan tersebut tidak sepenuhnya menggelikan seperti yang terbayang oleh sebagian orang bukan. Bahkan memiliki peluang usaha untuk dibudidayakan dan mendatangkan keuntungan bagi Anda. Berminat mencoba?

View the original article here


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors